Berita Terkait

Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik
Provinsi Sumatera Barat
(BPS-Statistics Sumatera Barat Province)
Jl. Khatib Sulaiman No.48 Padang-Sumatera Barat 25135
Telp (0751) 442158-442160
Mailbox : [email protected] atau [email protected]
Tentang Kami
Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital
Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik
Produk - Berita dan Siaran Pers
Inflasi Sumatera Barat September 2026 Tercatat Sebesar 3,50 persen (Y-on-Y)
1 Oktober 2026 | Kegiatan Statistik Lainnya
Padang, (1/10) - Perkembangan harga konsumen di Sumatera Barat secara umum pada bulan September 2026 mengalami inflasi sebesar 0,60 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu, secara tahun kalender (Y-to-D) terjadi inflasi sebesar 1,83 persen, dan secara tahunan (Y-on-Y) terjadi inflasi sebesar 3,50 persen.
Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi M-to-M di Sumatera Barat. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 1,77 persen dan memberikan andil sebesar 0,59 persen dengan komoditas utamanya adalah cabai merah, daging ayam ras, beras dan ikan cakalang/sisik.
Semua wilayah cakupan IHK di Provinsi Sumatera Barat, yaitu Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Padang dan Kota Bukittinggi mengalami inflasi M-to-M. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Pasaman Barat sebesar 1,11 persen, diikuti Kabupaten Dharmasraya (1,03 persen); Kota Bukittinggi (0,98 persen) dan Kota Padang (0,33 persen).
Secara Y-on-Y, seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dimana kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi umum, yaitu sebesar 1,38 persen.
Sementara secara Y-on-Y, semua wilayah cakupan IHK mengalami inflasi. Inflasi Y-on-Y tertinggi terjadi di Kabupaten Dharmasraya sebesar 4,42 persen, sedangkan terendah terjadi di Kota Padang sebesar 3,33 persen. Sementara itu, Kabupaten Pasaman Barat mengalami inflasi sebesar 3,56 persen dan Kota Bukittinggi mengalami inflasi sebesar 3,43 persen.
Nilai Tukar Petani Sumatera Barat, September 2026 Capai 133,58
NTP Provinsi Sumatera Barat September 2026 sebesar 133,58 atau naik 0,15 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Peningkatan NTP disebabkan oleh peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,95 persen, lebih besar dari peningkatan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) (0,79 persen).
Peningkatan NTP secara umum ini disebabkan peningkatan NTP pada subsektor tanaman perkebunan rakyat dan peternakan. Sementara itu, subsektor tanaman pangan, hortikultura dan perikanan mengalami penurunan.
Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Sumatera Barat pada September 2026 sebesar 139,19 mengalami peningkatan sebesar 0,91 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini disebabkan peningkatan harga pada hasil produksi petani (0,95 persen), lebih tinggi dibanding peningkatan harga pada penambahan barang modal (0,04 persen).
Perkembangan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui BIM pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 10.217 kunjungan, atau naik 60,22 persen jika dibandingkan dengan Juli 2026 yang tercatat sebanyak 6.377 kunjungan. Secara kumulatif sepanjang Januari-Agustus 2026, total kunjungan wisman yang datang melalui BIM mencapai 53.764 kunjungan, turun 8,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Sementara jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan kabupaten/kota di Sumatera Barat pada Agustus 2026 tercatat sebesar 1,90 juta perjalanan, atau mengalami penurunan sebesar 11,28 persen jika dibandingkan dengan Juli 2026. Secara kumulatif sepanjang Januari-Agustus 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 16,20 juta perjalanan, naik 3,70 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.
Indikator pariwisata selanjutnya yang dirilis adalah Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar (TPK). Pada hotel klasifikasi bintang, TPK Agustus 2026 tercatat sebesar 50,08 persen, turun 1,78 persen poin jika dibandingkan dengan Juli 2026 yang tercatat sebesar 51,86 persen. Sementara itu TPK pada hotel klasifikasi non bintang tercatat sebesar 16,87 persen, turun 2,66 persen poin jika dibandingkan dengan Juli 2026.
Perkembangan Transportasi Provinsi Sumatera Barat
Indikator selanjutnya yang dirilis BPS adalah perkembangan penumpang angkutan udara melalui BIM. Penumpang penerbangan domestik yang berangkat melalui BIM pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 75,39 ribu orang, atau turun 1,41 persen jika dibandingkan dengan bulan Juli 2026 yang tercatat sebanyak 76,46 ribu orang. Untuk penumpang yang datang pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 74,36 ribu orang, atau meningkat 0,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, pada penerbangan internasional, jumlah penumpang yang berangkat pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 20,15 ribu orang, atau naik 9,03 persen dibandingkan Juli 2026. Dan untuk penumpang yang datang sebanyak 20,55 ribu orang, atau naik 2,69 persen dibandingkan Juli 2026.
Untuk angkutan laut dalam negeri, jumlah barang yang dimuat tercatat sebesar 299,10 ribu ton, atau turun 5,82 persen dibanding Juli 2026. Sedangkan barang yang dibongkar, pada Agustus 2026 tercatat mengalami peningkatan, yaitu naik sebesar 4,70 persen jika dibandingkan bulan lalu, dari 331,14 ribu ton pada Juli 2026 menjadi 346,69 ribu ton pada Agustus 2026.
Selanjutnya, keberangkatan penumpang kereta api pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 191,49 ribu orang, atau turun 11,87 persen dibandingkan Juli 2026. Sedangkan jumlah barang yang diangkut dengan moda kereta api tercatat mengalami peningkatan 49,80 persen secara month to month.
Perkembangan Ekspor Impor Provinsi Sumatera Barat
Nilai ekspor Sumatera Barat sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai US$2.291,03 juta, mengalami peningkatan 19,55 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar US$1.916,44 juta. Peningkatan ini terutama didorong oleh sektor industri pengolahan, yang mengalami peningkatan 22,61 persen. Sepanjang Januari-Agustus 2026, lima negara yang menjadi tujuan utama ekspor Sumatera Barat adalah India (US$493,73 juta), Pakistan (US$419,98 juta), Tiongkok (US$382,91 juta), Bangladesh (US$257,77 juta) dan Mesir (US$181,84 juta).
Tiga komoditas utama ekspor Sumatera Barat pada Januari-Agustus 2026 adalah Golongan Lemak & Minyak Hewan/Nabati (HS 15), Berbagai Produk Kimia (HS 38) dan Karet dan Barang dari Karet (HS 40) yang memberikan share masing-masing sebesar 86,46 persen, 3,72 persen dan 2,76 persen.
Selanjutnya, nilai impor Sumatera Barat pada Januari-Agustus 2026 mencapai US$784,48 juta, mengalami peningkatan 123,86 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Andil utama peningkatan nilai impor ini disumbang oleh impor bahan baku/penolong. Impor bahan baku/penolong ini secara kumulatif mengalami peningkatan 114,67 persen. Sepanjang Januari-Agustus 2026, lima negara yang merupakan negara asal impor Sumatera Barat adalah Singapura (US$446,89 juta), Malaysia (US$214,29 juta), Argentina (US$32,48 juta) dan Kanada (US$26,52 juta) dan Brasil (US$18,52 juta).
Tiga komoditas utama impor Sumatera Barat pada Januari-Agustus 2026 adalah Golongan Bahan Bakar Mineral (HS 27), dan Ampas/Sisa Industri Makanan (HS23) dan Pupuk (HS 31) yang memberikan share masing-masing sebesar 83,43 persen, 7,63 persen dan 3,36 persen.
Neraca perdagangan Sumatera Barat pada periode Januari-Agustus 2026 mencapai US$1.506,55 juta, atau lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar US$1.566,01 juta, yaitu turun US$59,46 juta.
Narahubung Media
Anggie Suratman
Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat